Waspada Gejala Kolesterol Tinggi. Cegah Penyakit Kardiovaskular Sekarang Juga!

Jangan dikira kolesterol tinggi itu hanya penyakit orang tua. Hari ini kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja!

Kenapa Anda harus peduli dengan kolesterol tinggi?

Dikutip dari medicalnewstoday, sebuah penelitian di Amerika menyimpulkan adanya hubungan antara kadar kolesterol ketika seseorang memasuki masa dewasa muda atau jenjang umur 20 hingga 35 dengan risiko kardiovaskular di kemudian hari.

Artinya, tidak peduli  berapapun umur Anda, semakin tinggi kadar kolesterol Anda, maka semakin rentan Anda terkena penyakit kardiovaskuler.

Apa itu penyakit kardiovaskular?

Penyakit kardiovaskuler terjadi karena adanya gangguan pada  jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung dan stroke merupakan dua penyakit kardiovaskuler yang paling banyak dikenal, namun ada juga penyakit kardiovaskuler yang lain seperti:

* Penyakit Arteri Koroner

Kerusakan atau penyakit pada pembuluh darah utama jantung.

* Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi

Suatu kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi

* Henti Jantung 

Hilangnya fungsi jantung, napas dan kesadaran secara tiba-tiba dan tak terduga

* Gagal Jantung

Kondisi kronis ketika jantung tidak memompa jantung sebagai mana mestinya

* Gangguan Irama Jantung

Detak jantung yang tidak normal, apakah tidak beraturan, teralu cepat, atau terlalu lambat.

* Penyakit Arteri Perifer

Suatu kondisi peredaran darah saat pembuluh darah yang menyempit mengurangi aliran darah ke kaki.

* Stroke

Kerusakan otak akibat gangguan suplai darah.

Kenali 7 Tanda Kolesterol Tinggi.

Pada banyak kasus, kolesterol tinggi sering tidak menunjukkan gejala khusus sampai timbul komplikasi, seperti penyakit jantung atau stroke. Meski tak memiliki gejala khas, tapi beberapa kondisi ini patut diwaspadai sebagai tanda kolesterol tinggi, di antaranya:

1. Mudah lelah

Rasa cepat lelah bisa menjadi tanda kolesterol tinggi. Hal itu terjadi sebagai dampak dari munculnya plak di pembuluh darah akibat kadar kolesterol tinggi yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jaringan tubuh.

2. Suka mengantuk

Sering mengantuk bisa menjadi salah satu dampak tidak langsung dari kolesterol tinggi dan adanya sumbatan pada pembuluh darah.

3. Nyeri kaki

Serupa dengan asal usul rasa lelah akibat kolesterol tinggi, penumpukan plak yang terjadi pada pembuluh darah di kaki dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri di bagian kaki.

4. Tengkuk terasa pegal-pegal

Tengkuk terasa pegal-pegal bisa menjadi tanda kolesterol tinggi. Kondisi ini dikaitkan dengan penumpukan plak di pembuluh darah pada area leher. Penumpukan plak akibat kolesterol tinggi tersebut dapat menghalangi aliran darah yang ada di leher dan menuju ke otak.

5. Nyeri dada

Penumpukan plak akibat kadar kolesterol tinggi juga bisa terjadi pada pembuluh darah jantung. Jika hal tersebut terjadi, pengidap kolesterol tinggi bisa mengalami gejala nyeri dada. Kondisi inilah yang menjadi awal mula terjadinya penyakit jantung atau serangan jantung sebagai komplikasi dari kolesterol tinggi.

6. Terjadi xanthoma

Kolesterol tinggi dapat ditandai dengan xanthoma (penumpukan kolesterol) yang terlihat dalam jaringan tubuh, terutama dalam kulit dan urat. Xanthoma bisa merupakan pembengkakan berbentuk bulat dan berwarna kekuningan.

7. Terjadi xanthelasma

Kolesterol tinggi dalam darah juga dapat ditandai dengan xantelasma, yakni bercak-bercak kuning di bawah kelopak mata.

Lakukan Cek Kolesterol Segera.

Kadang kolesterol tinggi tidak memiliki gejala yang spesifik dan bahkan bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Maka tes darah adalah satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah kadar kolesterol dalam darah normal atau tidak.

Minta dokter untuk memberi tes kolesterol setelah Anda berusia 20 tahun, kemudian periksa kembali setiap 4 hingga 6 tahun.

Sementara, jika Anda punya faktor risiko mengalami kolesterol tinggi, melakukan tes darah lebih sering akan lebih baik.

Kapan Anda didiagnosis mengidap kolesterol tinggi?

Apabila saat tes darah, kadar kolesterol darah total diketahui berada di atas 240 miligram per desiliter (mg/dL), Anda dapat didiagnosis mengidap kolesterol tinggi.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *